Minggu, 30 Maret 2014

BAHAN BERBAHAYA DAN ZAT WARNA TERTENTU YANG DINYATAKAN SEBAGAI BAHAN BERBAHAYA

A. Bahan Berbahaya
Pengertian
Sebagai dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diberbagai bidang maka produksi, distribusi dan penggunaan bahan berbahaya semakin meningkat jumlahnya. Penggunaan bahan berbahaya yang tidak sesuai dengan peruntukkannya dan penanganannya dapat menimbulkan ancaman atau bahaya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Untuk menghindari atau mengurangi resiko bahan berbahaya dilakukan dengan pemberian informasi yang benar tentang penanganan bahan berbahaya kepada masyarakat umum dan pengelola bahan berbahaya dengan dikeluarkannya peraturan mengenai bahan berbahaya yaitu Peraturan Menteri Kesehatan RI No.472/Menkes/Per/V/1996 tentang Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan.
Berdasarkan Permenkes RI No.472/Menkes/Per/V/1996 yang dimaksud dengan bahan berbahaya adalah zat, bahan kimia dan biologi baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat racun, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi.
 Jenis - Jenis Dan Contoh - Contoh Bahan Berbahaya
Berikut ini merupakan jenis dan contoh bahan berbahaya :
Jenis
Contoh
1
Racun
Akonitin, Atropin, Hyoscyamin,
Khloralhidrat
Merkuri, Sianida, Strichnin
2
Karsinogenik
Rhodamin B, Methanyl Yellow
3
Teratogenik dan Iritasi
Dimetilformamida
4
Mutagenik dan     Karsinogenik
Benzo(a)piren / alfa  benzopiren                                                   pada asap rokok                                                    
5
Korosif  & Racun
Amonium biflorida, Boron trichlorida, Fosfor (putih), Phenol, Xilenol
6
Iritasi & Racun
Nitrogen dioksida
7
Racun dan
Karsinogenik
Anilin, Asam arsenat & , garamnya, Asbestos, Borax, Hexa chlorobenzene
8
Iritasi & Karsinogenik
Formaldehid
9
Racun, Iritasi, &
Teratogenik
Karbondisulfida
10
Racun, Iritasi,
Mutagenik &Karsino-
genik  
Etilen dioksida
Persyaratan Distributor / Pengelola, Penandaan dan                      Pelaporan
Persyaratan Distributor / Pengelola
          Setiap badan usaha atau perorangan yang mengelola bahan berbahaya harus membuat, menyusun dan memiliki lembaran data pengaman bahan berbahaya. Lembaran Data Pengamanan (LDP) adalah lembar petunjuk yang berisi informasi tentang sifat fisika, kimia dari bahan berbahaya, jenis bahan yang dapat ditimbulkan, cara penanganan dan tindakan khusus yang berhubungan dengan keadaan darurat didalam penanganan bahan berbahaya.
          LDP harus diletakkan ditempat yang mudah dilihat dan dibaca untuk memudahkan tindakan pengamanan apabila diperlukan.
Penandaan
          Setiap bahan berbahaya yang diedarkan harus diberikan wadah dan kemasan yang  baik serta aman. Pada wadah atau kemasan harus dicantumkan penandaan yang meliputi  : nama sediaan / nama dagang, nama bahan aktif, isi / berat netto, kalimat peringatan dan tanda atau simbol bahaya, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan penandaan tersebut harus mudah dilihat, dibaca, dimengerti, tidak mudah lepas / luntur baik karena pengaruh sinar / cuaca.
Pelaporan
          Badan usaha / perorangan yang mengelola bahan berbahaya harus membuat laporan berkala setiap tiga bulan yang memuat tentang penerimaan, penyaluran, dan penggunaan serta yang berkaitan dengan kasus yang terjadi. Kasus terhadap importir bahan berbahaya berupa boraks, formalin, merkuri, metanil yellow, rhodamin B dan sianida dan garamnya harus segera melaporkan  pemasukan dan penerimaannya kepada  Badan POM selambat-lambatnya dua minggu setelah penerimaan barang tersebut yang mendata tentang  :    
§   nama & alamat jelas pemesan / pengguna
§   jumlah bahan berbahaya  yang diserahkan.
§   untuk keperluan apa bahan berbahaya tersebut digunakan serta pada kemasan bahan berbahaya harus dicantumkan nama importirnya.
B.       Zat Warna Tertentu Yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya
Pertimbangan  :
       Zat warna tertentu yang digunakan untuk memberi dan atau memperbaiki warna bahan atau barang, banyak beredar dalam masyarakat yang apabila digunakan dalam obat, makanan, dan kosmetika dapat membahayakan kesehatan manusia.
Untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang ditimbulkan oleh zat warna tertentu maka perlu ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Zat Warna Tertentu yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya.
Pengertian  :
       Zat warna tertentu adalah bahan yang digunakan untuk memberi warna dan atau memperbaiki warna bahan atau barang.
Contoh                  nya Auramine (C.I. No. 41000), Butter Yellow, Citrus Red No. 2, Metanil Yellow, Oil orange SS, Ponceau 3 R, Rhodamin B, Sudan I, Scarlet GN, Violet 6B ( C.I. no. 42640 ).
Pelaporan :
       Zat warna tertentu dalam lampiran Permenkes ini dinyatakan sebagai bahan berbahaya, dilarang digunakan dalam obat, makanan dan kosmetika. Kecuali mendapat izin dari Dirjen POM (sekarang Badan POM).
       Badan usaha / perorangan yang memproduksi, mengimpor dan mengedarkan zat warna tertentu ini harus mendaftarkan kepada Dirjen POM (sekarang Badan POM) serta membuat laporan khusus tentang produksi, impor dan peredarannya.
Penandaan  :
       Pada wadah dan pembungkusnya harus dicantumkan penandaan berupa tanda peringatan : “ DILARANG DIGUNAKAN DALAM OBAT, MAKANAN DAN KOSMETIKA atau DILARANG DIGUNAKAN DALAM OBAT DAN MAKANAN “. dengan huruf latin besar berwarna merah dan dapat dibaca dengan jelas.

FRUCTUS ( BUAH ) PART 1

Farmakognosi : Fructus (Buah)


01.  AMOMI FRUCTUS
      Nama Lain                          : Kapulaga, kapol, Cardamomi
                                                    fructus
      Nama Tanaman Asal           : Amomum compactum (Solan. Ex.
                                                    Maton ) disebut juga Amomum
                                                    cardamomum (Auct. Non 1),
                                                    Amomum kapulaga ( Sprague &
                                                    Burk)
      Keluarga                              : Zingiberaceae
      Zat Berkhasiat Utama/ Isi   : Minyak atsiri 8% dengan isi utama
                                                    Sineol
      Penggunaan                         : Bumbu masak, bahan pewangi,
                                                    karminativa, dibuat Tingtur
      Pemerian                             : Bau khas aromatik, rasa agak
                                                    pedas
      Bagian Yang Digunakan     : Buah yang masak / hampir masak
      Waktu Panen                       : Panenan buah dimulai tahun kedua dan ketiga, tergantung pada kondisi pertumbuhan rumpun dan ketinggian tempat. Umumnya hasil yang agak berarti baru diperoleh pada tahun ketiga. Buah sudah dapat dipanen bila sisa perhiasan bunga yang terdapat pada ujung karangan bunga sudah luruh. Dalam hal ini dapat dikatakan seluruh buah dari karangan tersebut sudah tua. Kemudian ibu gagang karangan bunga dipotong dengan pisau tepat di bawah buah paling bawah. Musim panen jatuh pada bulan menjelang dan selama musim kemarau, yakni bulan Mei – September di Jawa Tengah. Bulan lainnya merupakan panen kecil.
      Jenis-jenis :
      Kapulaga merah besar : kulit buah merah 2 cm
      Kapulaga merah kecil : kulit buah merah 1,2 cm
      Kapulaga putih : kulit buah putih ( Kapulaga kapur ) 2 cm.
      Panenan buah yang peretama dilakukan 3 bulan setelah tanam.
      Pemetikan buah dilakukan pada tiap 6 - 7 hari sekali.
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
02.  ANISI FRUCTUS
      Nama Lain                          : Buah adasmanis
      Nama Tanaman Asal           : Pimpinella anisum
      Keluarga                              : Apiaceae
    Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri yang mengan-dung anetol, metilkavinol, anis-keton, asetal dehida, minyak lemak, zat putih telur, hidrat arang
      Penggunaan                         : Karminativa, obat mulas
      Pemerian                             : Bau khas, aromatik,  rasa manis
      Bagian Yang Digunakan     : Buah yang dimasak
      Sediaan                               : Oleum Anisi FI
      Jenis-jenis                            :
Buah Adasmanis Spanyol berukuran lebih besar, warna abu-abu kecoklatan, ujung-ujungnya agak meruncing.
Buah Adasmanis Rusia berukuran lebih kecil, warna lebih tua dan bentuk lebih bundar.
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
03. BRUCEAE FRUCTUS
      Nama Lain                          : Tambara merica, buah Makasar
      Nama Tanaman Asal           : Brucea javanica (L) Merr, disebut
                                                    juga Brucea amarissima Lour
                                                    Merr. dan Brucea sumatrana
                                                    (Roxb)
      Keluarga                              : Simarubaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri, zat pahit, lemak,
                                                    burseral, brusealin
      Penggunaan                         : Obat disentri, hemostatika
      Pemerian                             : Bau agak asam, rasa sangat pahit
      Bagian Yang Digunakan     : Buah yang telah masak
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
  04. CAPSICI FRUCTUS
      Nama Lain                          : Cabe, Capsicum cayenne pepper,
                                                    lombok
      Nama Tanaman Asal           : Capsicum annuum ( L )
      Keluarga                              : Solanaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Kapsisin, vitamin C, damar, zat
                                                    warna kapsantin dan karoten
      Penggunaan                         : Stomakikum, tingturnya sebagai
                                                    obat gosok
      Pemerian                             : Bau merangsang, rasa pedas
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
05. CAPSICI FRUTESCENTIS FRUCTUS
      Nama Lain                          : Buah cabe rawit
      Nama Tanaman Asal           : Capsicum frutescens
      Keluarga                              : Solanaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Kapsisin, vitamin C, damar, zat
                                                    warna, kapsantin dan karoten
      Penggunaan                         : Stimulan, stomakikum, karmina-
                                                    tiva
      Pemerian                             : Bau merangsang, rasa sangat pedas
      Bagian Yang Digunakan     : Buah yang dimasak
      Jenis-jenis        :
01.  Cabe rawit atau cengek leutik buahnya kecil, berdiri tegak pada tangkainya, yang muda berwarna hijau, setelah masak berubah menjadi merah
02.  Cengek domba atau cengek bodas, buahnya lebih besar dari cengek leutik, yang muda berwarna putih seteleh tua berubah menjadi jingga
03.  Ceplik, buahnya besar,  yang muda berwarna hijau setelah tua berubah menjadi merah
Varietas minimum Bird pepper atau chilitepin
Varietas abberviatum : cabe domba, lombok bundar, bell cayenne, sweetpepper
Varietas longum : long cayenne, green chili, cabe gede, lombok abang. Yang dimaksuyd dengan lombok kering : buah tua dan masak yang utuh dari tanaman lombok merah Capsicum annum ( L ) varietas longum L. ( sendt ) tyang dikeringkan dan dibuang tangkainya/gagang buahnya
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
06. COPTICI FRUCTUS
      Nama Lain                          : Buah mungsi
      Nama Tanaman Asal           : Carum copticum ( Benth )
      Keluarga                              : Apiaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri yang mengandung
                                                    timol, karvon,
      Persyaratan kadar                : Kadar minyak atsiri tidak kurang
                                                    dari 1,6 % v/b
      Penggunaan                         : Karminativa
      Pemerian                             :Bau khas aromatik seperti timol,
                                                    rasa agak pedas
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
07. CORIANDRI FRUCTUS
      Nama Lain                          : Ketumbar
      Nama Tanaman Asal           : Coriandrum sativum
      Keluarga                              : Apiaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri yang mengandung
                                                    koriandrol, minyak lemak
      Penggunaan                         : Bumbu masak, karminativa
      Pemerian                             : Buah yang diremas aromatik khas,
                                                    rasa khas lama-lama agak pedas
      Bagian Yang Digunakan     : Buah yang masak dan kering
      Waktu Panen                       : Tanaman dapat dipanen jika warna bijinya berubah dari hijau menjadi coklat  kuning, pada umur 3 – 3,5 bulan dari waktu tanam.
Panen dilakukan dengan cara memotong tanaman atau mencabutnya. Tanaman diikat, kemudian dijemur selama seminggu atau lebih. Biji dilepaskan dari buahnya dan dijemur lagi sampai kering.
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
08.  CUBEBAE FRUCTUS
      Nama Lain                          : Buah kemukus
      Nama Tanaman Asal           : Piper cubeba ( L.)
      Keluarga                              : Piperaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri, asam kubebat,
                                                    dammar, kubebin, piperin, minyak
                                                    lemak
      Penggunaan                         : Antidiare
      Pemerian                             : Bau khas aromatik,  rasa agak
                                                    pedas dan pahit
      Bagian Yang Digunakan     : Buah yang telah tua tetapi belum
                                                    masak
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
08.  CUMINI FRUCTUS
      Nama Lain                          : Buah jinten putih
      Nama Tanaman Asal           : Cuminum cyminum
      Keluarga                              : Apiaceae
    Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri yang mengandung kuminal, lemak
      Penggunaan                         : Stimulans, karminatif, stomakikum
      Pemerian                             : Bau khas aromatik, rasa khas
      Bagian Yang Digunakan     : Buah yang masak dan kering
      Waktu Panen                       : Panenan dilakukan bila tanaman mulai mengering, biji sudah tidak berwarna hijau tua lagi, dengan cara mencabut tanaman. Setelah itu tanaman dijemur dan diirik, dipukul-pukul dengan kayu agar bijinya terlepas dari buahnya.
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
09.  FOENICULI FRUCTUS
      Nama Sinonim                    : Buah adas
      Nama Tanaman Asal           : Foeniculum vulgare ( Mill. )
      Keluarga                              : Apiaceae
    Zat Berkhasiat Utama / Isi  :Minyak atsiri yang mengandung anetol, fenkon ( rasa pahit ), metal khavikol, anisaldehida, minyak lemak
      Penggunaan                         : Karminatif, obat mulas, obat gosok
                                                    anak
    Pemerian                             : Bau khas aromatic, rasa mirip kamfer
      Bagian Yang Digunakan     : Oleum Foeniculi FI
      Waktu Panen                       : Panenan dilakukan pada waktu buah hampir masak, dilakukan dengan memotong batang tanaman. Setelah itu dijemur dipanas matahari selama 4 – 5 hari hingga kering, batang dipukul-pukul hingga buah terlepas. Kemudian ditampi untuk memisahkan buahnya
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
10.  GOSSYPIUM DEPURATUM
      Nama Lain                          : Kapas murni
      Nama Tanaman Asal           : Spesies gossypium a.l Gossypium
                                                    hirsutum
      Keluarga                              : Malvaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Selulosa
      Penggunaan                         : Untuk alat kesehatan
      Pemerian                             : Hampir tidak berbau, praktis tidak
                                                    berasa
      Bagian Yang Digunakan     : Rambut-rambut biji yang telah dibebaskan dari lemak-lemak dan kotoran-kotoran yang melekat kemudian diputihkan
      Sediaan                               : Cellulosum
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik